PEKANBARU - Menjelang perayaan Imlek dan Ramadan, harga sejumlah bahan pangan di Kota Pekanbaru mulai merangkak naik.
Kenaikan ini terlihat pada komoditas ayam potong, telur ayam, hingga daging sapi di beberapa pasar tradisional. Pedagang menyebut lonjakan permintaan menjadi pemicu utama pergerakan harga.
Di Pasar Lima Puluh, harga ayam potong saat ini berada di angka Rp35 ribu per kilogram. Dayat (38), salah seorang pedagang ayam, mengatakan permintaan mulai meningkat seiring mendekatnya Imlek dan bulan puasa.
“Sekarang harga ayam Rp35 ribu per kilo. Permintaan mulai ramai karena Imlek dan puasa sudah dekat, jadi pasokan juga cepat habis,” ujarnya, Senin (16/02/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga biasanya terjadi secara bertahap. Meski begitu, dirinya berupaya menjaga harga tetap terjangkau agar pembeli tidak beralih ke pedagang lain. Menurutnya, harga di tingkat pedagang sangat bergantung pada pasokan dari distributor.
Tak hanya ayam potong, harga telur ayam di pasar yang sama juga mengalami kenaikan. Ridho (30), pedagang telur, menyebut harga telur kini Rp55 ribu per papan atau 30 butir. Sebelumnya, harga masih berada di Rp52 ribu per papan. Sementara untuk pembelian satuan, telur dijual Rp2 ribu per butir.
Kondisi serupa terlihat di Pasar Tangor. Namun, harga ayam potong di pasar ini sedikit lebih rendah, yakni Rp33 ribu per kilogram. Kurniawan (45), pedagang ayam, mengatakan harga masih relatif stabil, meski tidak menutup kemungkinan akan ikut menyesuaikan jika permintaan terus meningkat.
Di Pasar Tangor, harga telur ayam bervariasi berdasarkan ukuran. Untuk ukuran kecil dijual Rp48 ribu per papan, sedangkan ukuran besar mencapai Rp53 ribu per papan. Pembeli biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran belanja.
Seperti dilansir dari MCRiau, sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru, harga daging sapi kini berada di kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan terjadi bertahap sejak awal Februari 2026.
Andi (50), pedagang daging sapi di Pasar Lima Puluh, mengatakan harga saat ini telah menyentuh Rp150 ribu per kilogram. Padahal, pada awal Februari lalu, harga masih Rp140 ribu per kilogram.
Menurutnya, lonjakan permintaan menjelang Imlek menjadi faktor utama kenaikan harga. Selain itu, pasokan dari peternak tidak mengalami peningkatan signifikan, sehingga harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik. Ia memperkirakan harga masih berpotensi bergerak dalam beberapa hari ke depan, terlebih karena perayaan Imlek dan bulan puasa berdekatan.
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, para pedagang berharap kenaikan harga tetap dalam batas wajar agar daya beli konsumen tidak menurun drastis.