PEKANBARU - Pencapaian target penurunan stunting tahun 2025 oleh Pemko Pekanbaru patut diapresiasi. Untuk menjadikan Pekanbaru sebagai Zero Stunting harus didukung semua pihak.
Perlu diingat permasalahan stunting telah menjadi masalah klasik sejak 2013 berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang belum terselesaikan hingga hari ini.
Ke depan agar stunting terselesaikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tapi semua pihak harus terlibat aktif dan berkelanjutan agar zero stunting terwujud. Karena stunting ini berdampak langsung dengan anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa.
Berbagai jurnal ilmiah telah dilakukan terhadap pencegahan stunting. Pencegahan paling efektif adalah dengan mengkonsumsi ikan, khususnya ikan lele. Kenapa ikan lele:
- Sebagai panganan lokal yg paling potensial dengan protein tinggi, efektif pencegahan stunting.
- Kandungan gizi lengkap selain protein, juga mengandung zat besi, asam amino esensial, fosfor dan asam lemak omega 3 yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak, perkemahan anak dan mencegah anemia.
- Badan kependudukan dan keluarga berencana Nasional (BKKBN) telah lama mendorong konsumsi ikan lele sebagai alternatif protein hewani terjangkau untuk ibu hamil dan balita.
- Nutrisi optimal untuk membangun masa otot dan tinggi badan anak.
Dalam konteks global ikan lele telah di budidayakan di benua Asia, Afrika, eropa dan Amerika Utara, sebagai protein terjangkau. Protein lele dianggap setara bahkan lebih baik dari protein daging sapi untuk pencegahan stunting.
Menurut Erfan Effendi, selaku Owner Okura Farm Pekanbaru (OFP) yang telah berdiri sejak 2006 dan mampu memproduksi ikan lele segar rata-rata 80 ton per bulan. Ia juga selaku Ketua DPD Gerakan Peduli Tani Nelayan (GPTN) Riau sebuah catatan penting yg mungkin pemerintah Kota Pekanbaru terlewatkan.
Bahwa Pekanbaru telah menjadi sentra produksi ikan lele terbesar di Riau dan telah mampu mensupport kebutuhan kabupaten/kota di Riau dan luar Provinsi Riau, yang terletak di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru.
Potensi ini tentunya sangat linier dengan program Pemko Pekanbaru sebab program zero stunting dengan memanfaatkan sumber daya yang telah lama ada.
Hal ini tentunya tidak terlepas dari keterlibatan sejak lama semua pihak baik dinas terkait dan perusahaan swasta. Dan dalam hal ini Pemko Pekanbaru melalui dinas pertanian dan perikanan tinggal lebih mengintensifkan dan mengintegrasikan antara program zero stunting dan sumber daya yg sudah ada, tentunya akan lebih mudah. (*)
Penulis: Erfan Effendi, Owner Okura Farm Pekanbaru dan Ketua DPD GPTN Riau