PEKANBARU - Tepat 20 Februari 2026 menandai satu tahun kepemimpinan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius Anwar.
Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menitikberatkan konsolidasi tata kelola sekaligus akselerasi pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Fokus kebijakan diarahkan pada pembenahan sistem pelayanan publik, penguatan fiskal, serta pembangunan infrastruktur dan lingkungan secara terukur.
Agung Nugroho menegaskan, seluruh kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas mandat masyarakat.
“Kami bekerja dengan arah yang jelas dan terukur. Pelayanan publik diperkuat, tata kelola diperbaiki, dan pembangunan dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar Agung.
Kebijakan Pro-Rakyat: Dari Tarif Parkir hingga Layanan Jemput Bola
Langkah awal yang langsung menyentuh kebutuhan warga adalah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor.
Kebijakan ini tak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari penataan sistem perparkiran yang lebih transparan.
Di sektor administrasi, Pemko meluncurkan Mobil AMAN, layanan administrasi kependudukan jemput bola.
Petugas mendatangi warga untuk perekaman dan pembaruan dokumen, memangkas antrean dan memperluas akses layanan.
Penataan kota juga dilakukan melalui penertiban lebih dari 500 tiang reklame yang melanggar ketentuan.
Kebijakan ini diarahkan untuk memperindah wajah kota sekaligus membuka ruang terbuka hijau.
Pengendalian Banjir dan Komitmen Green City
Isu banjir menjadi perhatian utama. Dalam setahun, Pemko menangani 20 titik rawan banjir, melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai hingga 109,5 kilometer.
Sebanyak 15 ribu pohon ditanam sebagai bagian dari komitmen Pekanbaru Green City.
Di sektor persampahan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) dibentuk di 83 kelurahan.
Pendekatannya berbasis partisipasi warga, disertai penindakan terhadap pembuangan ilegal.
Infrastruktur dan Transportasi Kian Dipercepat
Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki mencakup 58 ruas jalan kota dan sembilan ruas jalan perumahan.
Sebanyak 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta layanan WiFi gratis disediakan di sejumlah titik publik.
Untuk sektor pendidikan, bus Transmetro gratis bagi pelajar dioperasikan dengan dukungan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman.
Program Zero Putus Sekolah berhasil mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, turut digelontorkan.
Kesehatan, Ekonomi, dan Penyehatan Fiskal
Pemeriksaan kesehatan gratis serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pelatihan kader posyandu diperkuat guna menekan angka stunting.
Di sektor ekonomi, Bazar Pangan Murah digelar di 50 titik. Program Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung prioritas pembangunan lingkungan berbasis kebutuhan warga.
Dari sisi fiskal, Pemko Pekanbaru melunasi utang tunda bayar sebesar Rp470 miliar pada 2025.
Percepatan pelayanan perizinan juga dilakukan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan dalam satu jam.
Akselerasi PSN dan Proyek Strategis
Pemko mengakselerasi sejumlah Program Strategis Nasional (PSN), seperti MBG dengan 27 dapur umum, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard, pembangunan rumah swadaya, serta 20 ribu sambungan jaringan gas kota.
Proyek strategis lain mencakup Tol Rengat-Pekanbaru, Tol Pekanbaru-Bukittinggi-Padang, pengembangan exit tol, hingga SPAM Regional Pekanbaru-Kampar.
Usulan PSN baru meliputi pembangunan BRT, Jembatan Siak V, Pekanbaru East Outer Ring Road, revitalisasi waterfront Sungai Siak, dan penataan Kota Tua Pekanbaru.
Total anggaran proyek strategis Kota Pekanbaru 2025 mencapai Rp217,08 miliar, mencakup pembangunan ruang kelas baru dan infrastruktur kawasan.
Kemudian jalan dan drainase, pengembangan air bersih, transportasi, pertamanan, persampahan, kesehatan, hingga pertanian dan perikanan.
Agung menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi multipihak.
“Transformasi kota tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka menilai, arah pembangunan tetap selaras dengan identitas daerah.
“Modernisasi dan perbaikan infrastruktur berjalan tanpa meninggalkan jati diri Pekanbaru sebagai Tanah Melayu,” pungkasnya.
Memasuki tahun kedua, tantangan konsistensi implementasi dan pengawasan menjadi kunci.
Konsolidasi fiskal yang telah dilakukan menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, sekaligus memastikan proyek strategis berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.