PEKANBARU - Kota Pekanbaru kembali diguncang kecelakaan di fly over Pasar Pagi Arengka, Jalan Soekarno Hatta. Serangkaian insiden yang terjadi di lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir membuat pemerintah kota angkat bicara dan mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengimbau pengendara, khususnya roda dua, agar tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintasi fly over tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya kendaraan roda dua, untuk lebih hati-hati dan menjaga kecepatan kendaraannya, jangan mengebut,” ujarnya, Rabu (4/3).
Imbauan ini disampaikan menyusul kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor perempuan pada Jumat (27/2). Korban terjatuh dari atas fly over dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tragedi serupa bukan kali pertama terjadi. Pada 1 Desember 2021, seorang pengendara motor diduga mengantuk hingga menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal dunia. Sementara pada April 2025, seorang pengendara pria juga dilaporkan terjatuh akibat kehilangan kendali, namun berhasil selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Sejak fly over tersebut mulai beroperasi pada 2019 hingga 2026, sedikitnya tiga kecelakaan motor serius tercatat terjadi di atasnya. Insiden-insiden ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat dan menjadi perhatian serius pemerintah kota.
Masykur menegaskan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fly over Pasar Pagi Arengka. Jika diperlukan, Dinas Perhubungan akan menambah rambu-rambu lalu lintas maupun penanda tikungan untuk meningkatkan keselamatan pengendara.
“Nanti akan kami lakukan evaluasi. Jika dibutuhkan pemasangan rambu-rambu, akan kami lakukan. Atau dipasang penanda adanya belokan. Nanti akan kita evaluasi,” tambahnya dilansir dari MCRiau.
Pemerintah kota berharap langkah evaluasi dan peningkatan fasilitas keselamatan ini dapat meminimalkan risiko kecelakaan. Di sisi lain, kesadaran dan kedisiplinan pengendara tetap menjadi kunci utama agar fly over yang dibangun untuk memperlancar arus lalu lintas itu tidak terus menjadi lokasi kecelakaan berulang.