PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menyiapkan langkah konkret untuk membantu pedagang kecil keluar dari jeratan rentenir melalui penyediaan program pembiayaan alternatif yang lebih sehat.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang melibatkan jajaran pemerintah kota bersama pihak perbankan daerah guna merumuskan skema pembiayaan yang dapat diakses oleh pelaku usaha kecil.
Pelaksana Harian Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan rapat yang digelar merupakan pertemuan ketiga sejak program tersebut mulai dibahas dalam beberapa hari terakhir.
“Sejak hari pertama kami membahas program untuk melawan praktik rentenir. Pada rapat hari ini, langkah yang dibahas sudah lebih konkret bersama Bagian Ekonomi Setdako dan BPR Pekanbaru,” ujar Zulhelmi, Jumat (13/3/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk menekan praktik pinjaman berbunga tinggi sekaligus melindungi pelaku usaha kecil dari beban utang yang memberatkan.
Sebagai tahap awal, program pembiayaan ini akan difokuskan kepada pedagang di Pasar Cik Puan.
Pemerintah kota menargetkan sekitar 30 hingga 50 pedagang yang selama ini terikat pinjaman dari rentenir untuk mendapatkan pendampingan serta akses pembiayaan yang lebih sehat.
Pada awal pekan depan, pemerintah akan melakukan proses asesmen awal untuk mengetahui kondisi usaha serta kebutuhan pembiayaan para pedagang.
Setelah tahap asesmen selesai, pihak BPR Pekanbaru dijadwalkan melakukan survei lanjutan. Apabila memenuhi persyaratan, para pedagang berpeluang memperoleh pinjaman tanpa bunga sebagai alternatif pembiayaan usaha.
“Harapannya pedagang yang selama ini terikat dengan rentenir dapat dilepaskan dari belenggu tersebut. Dengan adanya pinjaman tanpa bunga, mereka bisa menjalankan usaha dengan lebih tenang tanpa tekanan bunga tinggi,” kata Zulhelmi.(*)