PEKANBARU – Program waste station yang digagas Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menukarkan sampah, terutama jenis anorganik.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut konsep waste station sejatinya telah diterapkan di sejumlah negara maju. Namun, untuk wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan program tersebut.
Ia mengungkapkan telah meninjau langsung aktivitas di waste station yang berlokasi di Tugu Tunjuk Ajar. Dari hasil pemantauan, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas penukaran sampah tersebut.
“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat. Dengan adanya sistem ini, sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat diolah menjadi sumber pendapatan.
Pemerintah kota pun menargetkan pembangunan hingga 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai kawasan di Pekanbaru.
“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.
Program waste station menjadi bagian dari upaya mewujudkan konsep kota hijau atau Green City yang tengah didorong pemerintah daerah. Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung visi tersebut.
Selain memperbaiki sistem pengangkutan, Pemko Pekanbaru juga menghadirkan inovasi berupa penukaran sampah menjadi uang guna menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Rekosistem, perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.
Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah bernilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, kaca, minyak jelantah, kertas, kardus, logam, hingga limbah elektronik.
Selain menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga sistem berjalan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah berbasis aplikasi dengan dukungan jaringan drop point di sejumlah lokasi strategis di Pekanbaru.