PELALAWAN - Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali dilanjutkan pada Selasa (27/1/2026).
Hingga hari keempat, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena masih bertahan di sejumlah titik pada lahan gambut yang cukup dalam.
Tim gabungan lintas instansi masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman lanjutan dan pendinginan.
Meski intensitas api telah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya, asap tebal masih menyelimuti area kebakaran dan menyulitkan petugas di lapangan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Pelalawan, Indra Putra menyatakan, proses pemadaman masih terus berlangsung karena api belum benar-benar padam total.
“Pagi ini tim masih fokus di Teluk Meranti. Karhutla belum padam sepenuhnya, masih ada api di beberapa titik dan asap juga masih pekat,” ujar Indra Putra.
Asap yang muncul dari sisa pembakaran semak belukar tersebut menghambat jarak pandang petugas gabungan saat melakukan penyiraman dan pendinginan area.
Kondisi ini memperlambat proses pemadaman, terutama karena karakteristik lahan yang terbakar merupakan gambut dalam.
Berdasarkan estimasi sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 5 hektare, berada di kawasan semak belukar di sekitar Kanal Koprasi, Kelurahan Teluk Meranti.
Api diketahui telah membara sejak Sabtu (24/1/2026) dan terus dilakukan penanganan secara intensif.
Indra menjelaskan, kedalaman gambut menjadi tantangan utama dalam pemadaman karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.
“Kedalaman gambutnya lebih dari dua meter. Ini sudah hari keempat pemadaman. Mudah-mudahan bisa segera tuntas,” tukasnya.
Puluhan personel dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut. Unsur yang terlibat antara lain DPKP Pelalawan, TNI, Polsek Teluk Meranti, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat. Selain itu, regu pemadam dari perusahaan seperti PT RAPP, PT Arara Abadi, PT SAU, dan PT GCN turut membantu di lapangan.
Tim gabungan menggunakan berbagai peralatan pemadam kebakaran untuk menjinakkan api, dilanjutkan dengan proses pendinginan di area yang masih mengeluarkan asap guna mencegah kebakaran kembali meluas.