PELALAWAN - Kemunculan harimau sumatera kembali menghebohkan warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Seekor harimau berukuran sedang terekam kamera warga pada Selasa sore (27/1/2026), dan videonya viral di media sosial sehari kemudian, Rabu (28/1/2026).
Fenomena ini menambah daftar panjang penampakan Panthera tigris sumatrae di wilayah tersebut, setelah sebelumnya video tiga ekor harimau yang terlihat santai bermain di pinggir jalan pada Minggu (18/1/2026) juga menyedot perhatian publik.
Rentetan kemunculan ini menjadi sinyal kuat bahwa habitat satwa liar dan ruang hidup manusia di Pulau Muda semakin beririsan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video terbaru berdurasi sekitar 18 detik itu direkam dari dalam sebuah mobil oleh seorang perempuan.
Lokasi pengambilan gambar berada di perbatasan kebun akasia Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Arara Abadi dengan pemukiman Desa Pulau Muda.
Dalam rekaman tersebut, harimau tampak tiduran santai di antara semak kebun akasia, hanya berjarak belasan meter dari kendaraan, dipisahkan kanal kecil.
Percakapan di dalam mobil menggambarkan rasa penasaran bercampur ketakutan para perekam.
“Buka sikit pit,” ujar salah seorang perempuan, meminta kaca mobil diturunkan agar bisa melihat lebih jelas.
Saat kaca dibuka, harimau itu justru menatap lurus ke arah kamera.
“Ya Allah ya Tuhan,” ucap perekam dengan nada kaget setelah melihat wajah Si Belang dari jarak dekat.
Para perempuan di dalam mobil juga menduga harimau tersebut masih anakan.
“Anaknya, yang besar mungkin belum keluar,” ucap mereka dalam dialek Melayu Pelalawan.
Hingga video berakhir, harimau itu tetap tenang dan tidak menunjukkan perilaku agresif.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menyebut, timnya akan kembali diterjunkan ke lapangan untuk mencegah konflik antara harimau dan manusia.
“Upaya mitigasi akan dilakukan dengan penghalauan individu harimau sumatera ke arah kawasan hutan,” katanya.
Selain penghalauan, BKSDA Riau juga menyiapkan pemasangan box trap atau kandang jebak di jalur pergerakan harimau yang dekat dengan pemukiman warga.
“Tim akan kembali melakukan patroli bersama para pihak di lapangan,” tambahnya.
Koordinasi dilakukan dengan PT Arara Abadi, aparat Desa Pulau Muda, serta unsur keamanan setempat guna memastikan keselamatan warga sekaligus perlindungan satwa dilindungi tersebut.
Maraknya penampakan harimau sumatera di Pulau Muda menunjukkan semakin menyempitnya ruang jelajah satwa akibat perubahan lanskap.
Kondisi ini meningkatkan risiko interaksi negatif, baik bagi manusia maupun bagi harimau yang statusnya terancam punah.
BKSDA mengimbau masyarakat agar tidak mendekati, apalagi mengganggu harimau yang terlihat, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut.