PELALAWAN - Pemkab Pelalawan mendorong percepatan pemerataan layanan kesehatan melalui penguatan infrastruktur rumah sakit di wilayah daratan hingga kepulauan.
Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Pelalawan H Zukri SM MM saat audiensi dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati Siak tersebut, Bupati Zukri menyoroti tantangan geografis Pelalawan yang luas dengan sebaran penduduk tidak merata.
Kondisi itu berdampak langsung pada keterbatasan akses layanan rujukan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan wilayah terpencil.
“Karakteristik Pelalawan yang terdiri dari daratan dan kepulauan membuat akses layanan kesehatan rujukan belum merata. Masyarakat di wilayah tertentu masih menghadapi hambatan jarak dan waktu tempuh yang panjang,” ujar Zukri.
Salah satu usulan strategis yang disampaikan adalah pembangunan RS Pratama Pulau Mendol di Kecamatan Kuala Kampar.
Menurut Zukri, fasilitas ini mendesak diwujudkan karena warga kepulauan selama ini harus menempuh perjalanan laut hingga 3-5 jam untuk mendapatkan layanan rujukan.
“Dalam kondisi darurat, cuaca dan gelombang laut sering menjadi penghalang evakuasi medis. Sementara puskesmas setempat belum memiliki layanan bedah darurat,” tegasnya.
Selain faktor keselamatan pasien, biaya transportasi rujukan yang tinggi juga menjadi beban ekonomi masyarakat.
Kehadiran RS Pratama diyakini mampu mempercepat penanganan pasien dalam masa golden hour serta memperkuat layanan kesehatan di wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan).
Tak hanya itu, Pemkab Pelalawan juga mengajukan pembangunan RSUD Pelalawan Selatan Kelas C yang direncanakan berlokasi di Lubuk Terap.
Rumah sakit ini akan melayani empat kecamatan, yakni Kerumutan, Ukui, Pangkalan Lesung, dan Bandar Petalangan.
Saat ini, masyarakat di kawasan tersebut harus menempuh perjalanan 1,5 hingga 2,5 jam menuju RSUD di ibu kota kabupaten. Jarak tersebut dinilai melampaui batas ideal penanganan kegawatdaruratan.
“Lubuk Terap berada di jalur strategis Lintas Timur Sumatera, sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai pusat layanan trauma dan rujukan regional,” jelasnya.
Selain pembangunan rumah sakit baru, Bupati Zukri juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas RSUD Selasih.
Rumah sakit Tipe C yang telah beroperasi sejak 2004 itu mengalami lonjakan kunjungan pasien seiring pertumbuhan penduduk Pelalawan.
“Kondisi gedung dan kapasitas layanan RSUD Selasih perlu ditingkatkan agar sesuai standar pelayanan kesehatan saat ini. Kami mengusulkan penambahan sarana prasarana, ruang layanan baru, serta penguatan layanan rawat jalan,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, Bupati Zukri berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembiayaan dan fasilitas guna mempercepat pembangunan serta pengembangan rumah sakit di Pelalawan.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh masyarakat, baik di daratan maupun pesisir dan kepulauan, mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas,” pungkasnya.