PELALAWAN - Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 75, Kota Pangkalan Kerinci, masih menerapkan sistem buka tutup hingga Rabu (25/2/2026).
Rekayasa ini menjadi konsekuensi dari proyek rekonstruksi jalan nasional yang kini tengah dikerjakan pemerintah pusat.
Satlantas Polres Pelalawan memastikan pengaturan arus tetap berjalan terkendali meski pekerjaan fisik telah berlangsung hampir satu pekan.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, menegaskan antrean kendaraan masih dalam batas wajar.
“Sampai hari ini antrean masih berjalan normal sesuai dengan sistem buka tutup arus kendaraan yang kita terapkan,” ujar Tatit, Rabu (25/2/2026).
Perbaikan difokuskan pada ruas Kilometer 74 hingga Kilometer 84 Jalintim Pelalawan. Tahap awal pengerjaan berupa penimbunan badan jalan yang kini telah mencapai sekitar 400 meter di sisi kiri dan kanan.
Proyek ini berada di bawah kendali Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
Pekerjaan dilaksanakan dalam paket rekonstruksi Jalan Simpang Lago–Sorek I dengan total panjang 9,55 kilometer, terdiri dari 8,55 kilometer rekonstruksi dan 1 kilometer rehabilitasi.
Kontraktor pelaksana adalah PT Global Jaya Maritimindo dengan nilai kontrak mencapai Rp177.434.427.000 atau sekitar Rp177,4 miliar.
Masa pelaksanaan ditetapkan selama 600 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Untuk mengurangi kepadatan, Satlantas Polres Pelalawan melakukan penyesuaian pola arus sejak Selasa lalu.
Kendaraan roda enam ke atas dari arah Pangkalan Kuras menuju Pekanbaru dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci.
Sementara kendaraan roda empat dan roda enam dari arah Pangkalan Kerinci menuju Pangkalan Kuras diarahkan melalui Jalan Engku Raja Lela Putra sebelum masuk ke Jalan Lingkar Timur.
Menurut Tatit, skema ini cukup efektif meredam potensi kemacetan panjang.
“Pada umumnya pengendara masih patuh dan mengikuti antrean, karena personel kita melakukan kontrol rutin. Jadi belum ada penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang,” jelasnya.
“Intinya tetap berada di jalur dan tidak menerobos,” tambahnya.
Personel Satlantas ditempatkan di dua titik utama penutupan arus untuk memastikan pergantian buka tutup berlangsung cepat dan terkontrol.
Sistem buka tutup memang berdampak pada waktu tempuh, terutama bagi kendaraan logistik dan angkutan berat yang melintasi koridor ekonomi tersebut.
Namun aparat menekankan bahwa langkah ini bersifat sementara demi kelancaran proyek strategis nasional.
Polisi mengimbau masyarakat tetap sabar, berada di lajur kiri saat menunggu giliran, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Proyek ini diproyeksikan meningkatkan kualitas infrastruktur Jalintim yang menjadi jalur vital distribusi barang dan mobilitas warga di wilayah Riau bagian selatan.