PEKANBARU - Pemprov Riau bersiap menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah efisiensi energi di tengah tekanan global. Kebijakan ini diproyeksikan mulai berlaku dalam waktu dekat, menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh mengganggu pelayanan publik. “Tetap kerja. Jadi nanti hari Jumat itu, kerjanya melalui Zoom saja. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap jalan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengukur efektivitas kebijakan tersebut, terutama dalam penghematan energi. “Saya minta kepala OPD mengevaluasi, berapa penggunaan listrik sebelum dan sesudah program ini diterapkan. Apakah ada pengurangan dan apakah efektif,” tegasnya.
Selain pengaturan pola kerja, Pemprov Riau juga menyiapkan langkah penghematan energi di lingkungan perkantoran, termasuk pembatasan penggunaan listrik. Pendingin ruangan (AC) dan lampu diimbau dimatikan saat akhir pekan, sementara pada hari kerja penggunaannya harus lebih bijak.
“Jumat sampai Minggu listrik dan AC dimatikan. Senin sampai Kamis, pagi hari tidak perlu langsung hidupkan AC, buka jendela dulu, nanti siang baru digunakan,” jelasnya.
Tak hanya itu, penggunaan kendaraan dinas juga akan dibatasi selama kebijakan WFH berlangsung. Kendaraan diminta tetap berada di rumah penanggung jawab dan tidak digunakan, terutama pada akhir pekan. “Kalau nanti sudah diberlakukan, kendaraan dinas tidak boleh dipakai, terutama Jumat sampai Minggu. Harus di-standby-kan di rumah,” katanya.
Menurut SF Hariyanto, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons kenaikan harga minyak dunia yang kini menembus angka signifikan.
“Sekarang harga minyak sudah di atas 100 dolar per barel, dari sebelumnya sekitar 70 dolar. Ini harus kita sikapi dengan langkah penghematan, kita harus mengencangkan ikat pinggang,” ujarnya.
Rencananya, kebijakan WFH akan mulai diterapkan pada April mendatang, meski pelaksanaannya masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat. “Untuk ASN, dalam rangka mendukung kebijakan penghematan listrik dan BBM, akan kita berlakukan WFH. Tapi saat ini kita masih menunggu edaran resminya,” katanya.