BAGANSIAPIAPI - Perolehan nomor urut 3 menjadi modal awal Meswanto Spd dalam menghadapi pemilihan penghulu Desa Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Setelah mengikuti proses pencabutan nomor urut, ia langsung mengajak masyarakat dan tim pendukung menjaga suasana pemilihan tetap aman serta kondusif.
Bagi Meswanto, tahapan pemilihan penghulu bukan sekadar persaingan antarcalon. Proses tersebut dinilai harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan sosok yang mampu mengayomi warga sekaligus membawa perubahan bagi desa.
"Harapan kami, masyarakat bisa memilih pemimpin yang bisa mengayomi dan mengajak seluruh warga menuju perubahan positif," ujar Meswanto usai pencabutan nomor urut, Senin (14/9/2026).
Meswanto mengatakan, dirinya telah menyiapkan sejumlah program dan rencana yang akan diarahkan untuk kepentingan masyarakat apabila mendapat kepercayaan memimpin Desa Labuhan Tangga Besar.
Fokus yang ditawarkan antara lain pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal dan membangun kebersamaan antarwarga.
Namun, sebelum agenda pembangunan tersebut dijalankan, ia menilai seluruh tahapan pemilihan harus berlangsung dengan tertib.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya penyelenggara maupun para calon.
"Kami meminta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban bersama demi kelancaran proses pemilihan penghulu di desa ini," tegasnya.
Di sisi lain, Meswanto juga meminta tim pendukungnya menjaga kekompakan sepanjang tahapan pemilihan.
Ia menginginkan dukungan yang diberikan kepadanya tetap disalurkan melalui proses demokrasi yang sehat dan tidak mengganggu hubungan antarwarga.
Dengan nomor urut 3 di tangannya, Meswanto menyatakan optimistis menghadapi kontestasi pemilihan penghulu.
Ia berharap masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak sehingga pemilihan nantinya menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa Desa Labuhan Tangga Besar ke arah yang lebih baik.
Bagi Meswanto, hasil akhir pemilihan bukan hanya soal siapa yang memperoleh suara terbanyak, tetapi juga bagaimana seluruh proses dapat dijalankan secara damai dan tetap menjaga persatuan masyarakat desa.