ROHUL - Pemkab Rohul menunjukkan kemandirian dalam penanganan bencana banjir yang sempat merendam ratusan rumah warga pada pekan pertama Januari 2026.
Hingga pertengahan Januari ini, Pemkab Rohul belum mengajukan permohonan bantuan logistik ke BPBD Riau.
Keputusan tersebut diambil setelah BPBD Rohul melakukan analisa teknis terhadap dampak banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Ujung Batu dan Kecamatan Tandun.
Hasilnya, banjir dinilai masih dalam kategori dapat ditangani oleh pemerintah daerah tanpa dukungan tambahan dari provinsi.
Kalaksa BPBD dan Damkar Riau, M Edy Afrizal juga membenarkan, hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota di Riau yang mengajukan permintaan bantuan logistik terkait bencana banjir.
Meski tidak mengajukan bantuan ke tingkat provinsi, Pemkab Rohul memastikan penanganan terhadap warga terdampak tetap berjalan optimal.
Melalui BPBD dan Dinsos P3A Rohul, bantuan logistik berupa bahan sembako telah disalurkan untuk mendukung dapur umum di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Kelurahan Ujung Batu, Kelurahan Ujung Batu Timur, serta Desa Tandun di Kecamatan Tandun sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap masyarakatnya.
“Untuk saat ini, pemerintah daerah belum berencana mengajukan permohonan bantuan ke BPBD Provinsi Riau karena berdasarkan analisa teknis, kondisi banjir yang terjadi masih dapat ditangani oleh daerah,” ujar Kalaksa BPBD Rohul, Ridarmanto MIp melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul, Boy Arta SIp.
Menurut Boy Arta, banjir yang terjadi hanya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga maupun fasilitas umum.
“Banjir tersebut tidak berlangsung lama dan tidak menimbulkan kerusakan berat, sehingga belum memerlukan dukungan logistik tambahan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD Rohul tetap menjalin koordinasi aktif dengan BPBD Provinsi Riau. Laporan kondisi banjir telah disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila situasi memburuk.
“Bukan berarti pemerintah daerah menutup kemungkinan. Jika ke depan terjadi banjir dengan dampak yang lebih besar, setelah dilakukan analisa teknis, Pemkab Rohul tentu akan mengajukan permohonan bantuan logistik ke pemerintah provinsi,” tegasnya.
BPBD Rohul mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Curah hujan yang tidak merata di 16 kecamatan se-Kabupaten Rohul dinilai masih berpotensi memicu banjir dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami dari BPBD bersama TNI dan Polri terus memantau perkembangan cuaca serta debit air sungai-sungai besar, dan siap melakukan langkah cepat apabila terjadi bencana banjir,” pungkasnya.