PEKANBARU – Peta persaingan industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih menunjukkan dominasi kuat pabrikan asal Jepang. Meski merek-merek mobil listrik (electric vehicle/EV) asal China semakin agresif masuk pasar, posisi puncak penjualan mobil nasional belum bergeser dari tangan Toyota.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar otomotif Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025. Pabrikan asal Jepang tersebut mencatatkan angka wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer sebesar 250.431 unit, sementara retail sales atau penjualan langsung ke konsumen mencapai 258.923 unit.
Capaian tersebut ditopang oleh lini produk Toyota yang lengkap, mulai dari segmen entry-level hingga premium, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan konsumen.
Posisi kedua masih ditempati Daihatsu dengan total retail sales sebanyak 137.835 unit. Angka ini menunjukkan bahwa kendaraan yang praktis dan ekonomis tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.
Persaingan ketat terjadi pada perebutan posisi tiga hingga lima besar. Honda dan Mitsubishi Motors saling bersaing ketat sepanjang tahun. Dari sisi penjualan retail, Honda berhasil mengamankan posisi ketiga dengan 71.233 unit, unggul tipis atas Mitsubishi Motors yang mencatatkan 70.338 unit. Sementara itu, Suzuki melengkapi lima besar dengan penjualan retail sebesar 64.838 unit.
Sorotan utama pada 2025 datang dari BYD. Produsen mobil listrik asal China tersebut tampil sebagai pendatang paling menonjol. Meski belum menembus tiga besar, BYD berhasil menempati posisi keenam dengan retail sales mencapai 44.342 unit, melampaui sejumlah pemain lama di pasar domestik.
BYD juga meninggalkan rival senegaranya, Wuling, yang mencatatkan penjualan retail sebesar 20.607 unit. Selain itu, merek premium di bawah naungan BYD Group, Denza, mulai menunjukkan eksistensinya dengan penjualan retail sebanyak 6.940 unit.
Pergerakan merek China lainnya juga patut diperhatikan. Chery mencatatkan distribusi wholesales yang cukup agresif, meski penjualan retailnya masih berada di angka 10.639 unit. Sementara AION perlahan membangun pasar di segmen EV.
Tak hanya dari China, pendatang baru asal Vietnam, VinFast, mulai menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2025, VinFast membukukan wholesales sebanyak 10.886 unit, dengan penjualan retail mencapai 7.324 unit.
Secara keseluruhan, data Gaikindo menunjukkan bahwa dominasi pabrikan Jepang masih sulit digeser. Namun, peningkatan signifikan dari merek-merek EV China menjadi sinyal kuat bahwa peta persaingan otomotif nasional ke depan akan semakin dinamis.