PEKANBARU - Meski Ramadan baru memasuki pekan pertama, aktivitas belanja masyarakat di Kota Pekanbaru mulai meningkat signifikan.
Sejumlah supermarket, swalayan, hingga ritel waralaba telah memajang berbagai produk makanan dan minuman untuk kebutuhan berbuka puasa serta persiapan Lebaran.
Lonjakan konsumsi ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Pekanbaru, Fathullah. Ia mengingatkan seluruh pelaku usaha agar memastikan tidak ada produk kedaluarsa yang dijual kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, momen Ramadan selalu identik dengan meningkatnya daya beli warga, terutama untuk produk makanan kemasan, minuman, kue kering, dan bahan pokok. Karena itu, pengawasan harus diperketat demi menjamin keamanan konsumen.
“Momen Ramadan ini banyak digunakan masyarakat untuk berbelanja. Kami minta seluruh supermarket benar-benar mengecek masa berlaku produk sebelum dipajang di rak. Jangan sampai ada barang kedaluarsa yang lolos dan merugikan masyarakat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk rutin melakukan inspeksi mendadak ke pusat perbelanjaan dan ritel modern. Pengawasan dinilai penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan.
Tak hanya di area pajangan, Fathullah juga mendorong pemeriksaan dilakukan hingga ke gudang penyimpanan. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan tingginya permintaan pasar dengan mengedarkan barang tak layak konsumsi.
Selain itu, ia mengusulkan agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyediakan nomor pengaduan resmi sehingga masyarakat dapat dengan mudah melaporkan temuan produk bermasalah.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti saat berbelanja, dengan memeriksa tanggal kedaluarsa, kondisi kemasan, serta label izin edar sebelum membeli produk.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru telah melakukan inspeksi ke sejumlah swalayan dan supermarket. Dari hasil pemeriksaan sementara, tim belum menemukan adanya produk kedaluarsa yang beredar di lokasi yang disidak.