PEKANBARU - Pemprov Riau mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seiring masuknya wilayah tersebut ke masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Kondisi transisi ini dinilai rawan memicu kebakaran, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan langkah antisipasi telah dibahas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau. Upaya pencegahan dilakukan secara terpadu guna menekan potensi Karhutla sejak dini.
“Kami sudah melakukan pembahasan bersama Forkopimda Riau terkait langkah antisipasi Karhutla. Pencegahan menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak meluas,” ujar Hariyanto, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kebakaran. Pemerintah daerah terus mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mencatat telah terjadi Karhutla di enam wilayah, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan seluruh kejadian kebakaran tersebut telah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lapangan. Meski demikian, sejumlah lokasi masih menjalani proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.
“Memang sempat terjadi beberapa titik kebakaran, namun seluruhnya sudah berhasil dipadamkan. Saat ini sebagian lokasi masih dalam tahap pendinginan,” ujar Edy.
Ia menambahkan, BPBD Riau terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten dan kota, serta relawan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan, terutama di wilayah yang masih memiliki potensi api tersisa.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar tidak terjadi kebakaran lanjutan, khususnya di lokasi yang masih menjalani proses pendinginan,” katanya dikutip dari MCRiau.