www.halloriau.com


Ekonomi
BREAKING NEWS :
DPRD Pekanbaru Minta Pengamanan Ramadan Dilakukan Nyata di Lapangan
 
Bazar Buku BBW 2026 Dibuka di Pekanbaru, Jutaan Buku Murah Siap Diserbu Pembaca
Senin, 02 Februari 2026 - 15:47:54 WIB
Pengunjung ramaikan Bazar Buku Big Bad Wolf di Transmart Pekanbaru (foto/riki)
Pengunjung ramaikan Bazar Buku Big Bad Wolf di Transmart Pekanbaru (foto/riki)

PEKANBARU - Bazar buku internasional Big Bad Wolf Books (BBW) resmi dibuka di Pekanbaru pada Senin (2/2/2026). BBW di awal 2026 langsung menyedot perhatian masyarakat, menandai antusiasme tinggi warga terhadap akses buku berkualitas dengan harga terjangkau.

Pekanbaru dipilih bukan secara kebetulan. Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan pemilihan kota ini didasarkan pada riset data dan pertimbangan strategis yang matang.

Sejumlah variabel dianalisis, mulai dari jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga meningkatnya jumlah sekolah internasional di Pulau Sumatera.

Menurut Wandi, pihaknya juga berdiskusi dengan berbagai mitra lokal untuk melihat potensi pasar dan perkembangan ekonomi daerah. Dari hasil kajian tersebut, Pekanbaru dinilai memiliki ekosistem yang mendukung pertumbuhan budaya literasi.

“Kami melihat Pekanbaru sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan minat masyarakat yang tinggi. Dari berbagai indikator itu, akhirnya kami memutuskan Pekanbaru menjadi salah satu tujuan Big Bad Wolf,” ujarnya.

Wandi menegaskan Big Bad Wolf tidak hanya menyasar pelajar atau pencinta buku tertentu. Bazar ini dirancang untuk semua kalangan usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ia menilai tantangan literasi di Indonesia bukan semata rendahnya minat baca, melainkan keterbatasan akses terhadap buku, terutama buku berbahasa Inggris yang harganya relatif mahal.

“Banyak orang sebenarnya ingin membaca, tapi bukunya sulit dicari dan harganya tidak terjangkau,” kata Wandi.

Ia juga menyoroti semakin berkurangnya toko buku di pusat perbelanjaan maupun kota-kota besar, yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat akan bacaan berkualitas. Melalui BBW, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan buku dengan pilihan lebih luas dan harga lebih ramah.

Salah satu keunggulan utama Big Bad Wolf adalah harga buku yang lebih murah dibandingkan toko buku konvensional. Diskon yang ditawarkan bisa mencapai 20 hingga 30 persen, bahkan lebih rendah dengan dukungan promo dari mitra pembayaran.

Dengan skema harga tersebut, BBW berharap buku dapat diakses lebih luas dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik untuk hiburan, pendidikan, maupun pengembangan diri.

Fokus Keluarga Muda dan Pembaca Baru
Di Pekanbaru, Big Bad Wolf juga menargetkan keluarga muda, khususnya orang tua milenial dengan anak usia 4 hingga 7 tahun. BBW ingin mendorong lahirnya pembaca baru sejak dini sekaligus menjadi alternatif aktivitas positif di tengah maraknya penggunaan gawai pada anak.

“Kami ingin orang tua mengajak anak datang ke sini, memilih buku bersama, dan merasakan bahwa membaca itu menyenangkan,” ujar Wandi.

Nama Big Bad Wolf bukan sekadar identitas unik. Di baliknya terdapat misi sosial yang kuat. Wandi mengungkapkan, salah satu pendiri BBW mengalami disleksia sejak kecil dan sering tertinggal dalam proses belajar di sekolah. Pengalaman tersebut melahirkan tekad untuk memastikan tidak ada anak lain yang kehilangan kesempatan membaca karena keterbatasan akses buku.

Awalnya, Big Bad Wolf berfokus pada penjualan buku anak-anak. Seiring waktu, BBW berkembang menjadi gerakan global yang bertujuan mengatasi kesenjangan distribusi buku di berbagai negara.

Selama di Pekanbaru, BBW menghadirkan lebih dari 2,5 juta eksemplar buku dengan sekitar 380 ribu judul. Seluruh koleksi tersebut ditata di area pameran seluas kurang lebih 2.500 meter persegi.

Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis buku, mulai dari buku anak, fiksi, nonfiksi, hingga topik kesehatan, hobi, spiritual, alam, dan pengembangan diri.
Secara keseluruhan, Big Bad Wolf membawa lebih dari lima juta buku ke Indonesia dengan ragam tema yang luas.

Keberhasilan Big Bad Wolf di Indonesia juga tidak terlepas dari kolaborasi jangka panjang dengan Bank Central Asia (BCA) yang telah terjalin selama satu dekade. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi BBW untuk terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kota di Indonesia.

Wandi menyebut kerja sama dengan mitra yang mengutamakan kenyamanan pelanggan menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman berbelanja buku yang menyenangkan.

Dengan hadirnya Big Bad Wolf di Pekanbaru, akses terhadap buku berkualitas diharapkan semakin terbuka dan budaya literasi masyarakat terus tumbuh.

Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Anggota DPRD Pekanbaru H Wan Agusti SH MH.DPRD Pekanbaru Minta Pengamanan Ramadan Dilakukan Nyata di Lapangan
ist.Hashim: Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Pemerintah
ilustrasi.Pajak Sawit Dinilai Tidak Efisien Tingkatkan PAD Riau
  Cuaca Riau hari ini.(ilustrasi/int)Warga Riau Perlu Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lokal dari Siang hingga Malam Nanti
ilustrasi.Satgas MBG Bangkalan Tegaskan Makanan Tidak Basi Meski Berbau Asam
Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Misharti menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).Hadiri Rakornas 2026, Bupati Kampar Nilai Penyamaan Persepsi Pusat dan Daerah Penting
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved