PEKANBARU - Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) DPD Riau mengingatkan pemerintah agar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak sampai mengganggu operasional Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
Bagi Astindo kelancaran penerbangan di bandara sangat vital. Sehingga jika arus penerbangan terganggu akibat kabut asap, bisa memberi efek berantai terhadap dunia usaha, terutama perusahaan travel agent
Ketua Astindo Riau, Harpina Diansari, mengatakan pemerintah daerah perlu mencari solusi terhadap persoalan Karhutla hingga ke akar masalah. Namun, penanganannya diharapkan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi dan dunia usaha.
"Semoga bisa dicari solusi terbaik untuk pemadaman Karhutla, sehingga kabut asap tidak semakin pekat di Pekanbaru," ujar Harpina Diansari di Pekanbaru, Rabu (26/8/2026).
Menurut Harpina, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Riau perlu memperkuat upaya penanganan Karhutla. Di sisi lain, kelangsungan aktivitas dunia usaha juga harus menjadi perhatian.
Ia bahkan mendorong pemerintah tidak menutup diri terhadap bantuan dari negara lain jika memang diperlukan untuk mempercepat penanganan Karhutla.
"Sebaiknya kalau memang ada bantuan dari negara luar dari Malaysia misalnya, diterima saja. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut Karhutla juga akan berdampak buruk pada dunia usaha, khususnya travel agent," sebutnya.
Meski demikian, Harpina menyebut hingga saat ini bisnis travel agent di Riau belum merasakan dampak signifikan akibat kabut asap. Kondisi tersebut diharapkan tidak memburuk sehingga operasional penerbangan tetap berjalan normal.
"Semoga tidak ada masalah ya, apalagi di Pekanbaru juga sudah mulai turun hujan. Semoga kabut asap segera hilang dan Karhutlanya juga padam," katanya.
Di tengah kekhawatiran tersebut, kondisi operasional Bandara SSK II Pekanbaru saat ini masih relatif aman. General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menyebut kondisi cuaca mendukung aktivitas penerbangan.
"Alhamdulillah hari ini cuaca sangat baik. Hujan pun turun di bandara," katanya, Rabu (26/8/2026).
Kabut asap akibat Karhutla sebelumnya telah memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat di Pekanbaru. Sejumlah sekolah mulai dari PAUD hingga SMP, baik negeri maupun swasta, menerapkan pembelajaran secara daring menyusul kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
Kondisi serupa juga terjadi di lingkungan Universitas Riau (Unri). Rektor Unri memberlakukan sistem perkuliahan secara daring serta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai dan dosen sebesar 50 persen hingga Jumat, 29 Agustus mendatang.
Astindo berharap hujan yang mulai mengguyur Pekanbaru dapat membantu mengurangi kabut asap dan mempercepat pemadaman Karhutla. Dengan demikian, aktivitas penerbangan, perjalanan masyarakat dan roda perekonomian dapat tetap berjalan tanpa gangguan.