JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menangkap Tata Maulana, orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid, dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau pada Senin (3/11/2025).
Tata sempat melarikan diri bersama Abdul Wahid saat tim KPK hendak melakukan penangkapan. Namun, keduanya akhirnya berhasil diamankan di sebuah kafe di Riau.
Setelah ditangkap, Tata Maulana diterbangkan ke Jakarta dan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 18.56 WIB. Ia tampak mengenakan kaus oranye dibalut rompi coklat, celana panjang hitam, sepatu hitam, serta menggendong tas ransel.
Tata memilih bungkam saat dicecar pertanyaan oleh awak media dan langsung diarahkan masuk ke lobi gedung KPK. Saat ini, ia bersama sembilan orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
Daftar 10 Orang yang Diamankan KPK
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, sembilan ditangkap langsung saat OTT dan satu menyerahkan diri. Mereka adalah:
1. Abdul Wahid, Gubernur Riau
2. Tata Maulana, Tenaga Ahli sekaligus orang kepercayaan Gubernur
3. Muhammad Arif Setiawan, Kepala Dinas PUPR Riau
4. Ferry Yunanda, Sekretaris Dinas PUPR Riau
5. Dani M. Nursalam, Tenaga Ahli
6–10. Lima Kepala UPT di Dinas PUPR Riau
Kasus “Jatah Preman” di Dinas PUPR
Penangkapan Abdul Wahid dan para pejabat Pemprov Riau ini diduga berkaitan dengan kasus pemerasan dalam penambahan anggaran di Dinas PUPR.
“Perkara ini terkait penganggaran, yaitu adanya penambahan anggaran di Dinas PUPR yang kemudian masuk modus dugaan tindak pemerasan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (4/11/2025).
Budi mengungkap, sebagian dana penambahan anggaran tersebut mengalir ke Gubernur Riau dalam bentuk “jatah preman” atau japrem.
“Terkait penambahan anggaran di Dinas PUPR, ada semacam japrem sekian persen untuk kepala daerah. Itu modus-modusnya,” jelas Budi.
Dalam OTT ini, KPK menyita uang tunai senilai Rp1,6 miliar dalam berbagai mata uang rupiah, dolar AS, dan poundsterling.
Uang rupiah ditemukan di Riau, sementara mata uang asing disita dari rumah saudara Abdul Wahid di Cilandak, Jakarta Selatan.
Menurut KPK, uang tersebut diduga merupakan bagian dari penerimaan sebelumnya yang telah diterima Abdul Wahid sebelum OTT dilakukan.
Profil Singkat Tata Maulana
Tata Maulana dikenal sebagai politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Riau. Ia lahir di Batang Tumu, Kabupaten Indragiri Hilir, dan bekerja sebagai wiraswasta.
Pendidikan terakhirnya adalah Sarjana Hukum dari UIN Suska Riau (2011), setelah menamatkan pendidikan di SMAN 1 Mandah (2007).
Dalam struktur Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Riau Masa Bakti 2021–2026, Tata menjabat sebagai Wakil Sekretaris.
Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai caleg DPRD Riau dari Daerah Pemilihan Riau 8 (Indragiri Hulu–Kuantan Singingi), namun gagal terpilih setelah hanya meraih 669 suara.