MERANTI - Upaya pencarian terhadap satu awak speedboat yang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Kepulauan Meranti masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari keenam operasi SAR, Minggu (8/2/2026), tim gabungan memperluas area pencarian hingga perairan Kuala Kampar, menyusul analisis pergerakan arus laut yang dinilai cukup kuat.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengungkapkan bahwa hingga hari keenam pencarian, korban belum ditemukan.
Meski demikian, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan strategi penyisiran yang diperluas dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Memasuki hari keenam, korban masih belum ditemukan. Hari ini pencarian kami perluas hingga ke arah Kuala Kampar,” ujar Prima, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, keputusan memperluas area pencarian diambil berdasarkan perhitungan dinamika arus dan cuaca di sekitar lokasi kejadian yang memungkinkan korban terbawa menjauh dari titik awal jatuh ke laut.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, unsur TNI-Polri, serta pihak terkait lainnya, terus melakukan penyisiran menggunakan armada laut yang tersedia.
Untuk memperkuat operasi, Basarnas menurunkan KN 218 Basarnas Pekanbaru yang berbasis di Dumai, menyusul masih dilakukannya perbaikan terhadap Rigid Inflatable Boat (RIB) Gurindam milik Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti.
“Operasi SAR akan terus kami lanjutkan dan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan,” tambah Prima.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama M Ridwan (62), anak buah kapal (ABK) Speedboat Mega Fajar 5, yang terjatuh ke laut akibat benturan keras dengan speedboat lain di jalur pelayaran tersebut. Sementara empat awak lainnya berhasil diselamatkan.
Pada hari-hari sebelumnya, tim SAR telah melakukan penyisiran hingga radius 14 nautical mile (NM), mencakup wilayah Teluk Meranti dan Penyalai. Namun, hingga kini tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan.
Kecelakaan laut tersebut melibatkan Speedboat Mega Fajar 5 yang mengangkut 260 boks ayam dan berlayar dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kapal tersebut diawaki oleh lima kru, yakni nahkoda Darmansyah (53), Kepala Kamar Mesin Ilah Samri (43), serta tiga ABK M. Arsyad (56), M. Ridwan (62), dan Kamarizom (38).
Sementara itu, Speedboat Levindo 10 yang membawa barang ekspedisi diketahui berlayar dari Tanjung Buton, Kabupaten Siak, menuju Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Tidak ada korban jiwa dari pihak Speedboat Levindo 10.
Akibat insiden tersebut, sejumlah awak Mega Fajar 5 mengalami luka-luka, termasuk nahkoda Darmansyah yang dilaporkan mengalami patah tangan.
Seluruh korban selamat telah dievakuasi menggunakan Speedboat Levindo 8 menuju Tanjung Balai Karimun dan tiba sekitar pukul 22.00 WIB untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD setempat.