PUASA merupakan ibadah wajib dalam Islam yang memiliki ketentuan jelas dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Agar puasa dinilai wajib dan sah, para ulama menjelaskan adanya syarat-syarat puasa yang bersumber dari dalil yang kuat.
Secara umum, syarat puasa dibagi menjadi syarat wajib puasa dan syarat sah puasa.
Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib puasa adalah ketentuan yang menyebabkan seseorang dibebani kewajiban berpuasa, khususnya puasa Ramadan.
1. Beragama Islam
Puasa Ramadan hanya diwajibkan bagi umat Islam. Orang non-Muslim tidak dibebani kewajiban puasa.
2. Baligh dan Berakal
Anak kecil dan orang yang tidak berakal tidak diwajibkan berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Pena (pencatat amal) diangkat dari tiga golongan: anak kecil sampai ia baligh, orang tidur sampai ia bangun, dan orang gila sampai ia berakal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Mampu
Puasa diwajibkan bagi orang yang mampu melaksanakannya. Orang sakit dan musafir mendapat keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184–185.
4. Tidak Sedang Haid atau Nifas (Bagi Perempuan)
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa dan wajib menggantinya di hari lain. Aisyah RA berkata: “Kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Syarat Sah Puasa
Syarat sah puasa adalah ketentuan yang harus terpenuhi agar puasa dianggap sah secara syariat.
1. Beragama Islam
Puasa hanya sah apabila dilakukan oleh seorang Muslim.
2. Menahan Diri dari Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
Orang yang berpuasa wajib menahan diri dari makan, minum, dan perbuatan yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Dilaksanakan pada Waktu yang Diperbolehkan
Puasa tidak sah apabila dilakukan pada hari-hari yang dilarang. Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: Idulfitri dan Iduladha.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Suci dari Haid dan Nifas (Bagi Perempuan)
Puasa perempuan yang sedang haid atau nifas tidak sah dan wajib diganti pada hari lain, berdasarkan hadits shahih Aisyah RA.
Dengan berpegang pada dalil Al-Qur’an dan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, syarat puasa dalam Islam dapat dipahami secara jelas dan lurus. Hal-hal yang tidak memiliki dasar shahih tidak dijadikan landasan penetapan hukum.
Puasa adalah ibadah yang menuntut ketaatan penuh terhadap tuntunan Rasulullah SAW, baik dari sisi kewajiban maupun keabsahannya.