PEKANBARU - Kemenangan atas Persekat Tegal menjadi titik balik penting bagi PSPS Pekanbaru dalam perjuangan keluar dari zona degradasi Grup A Championship.
Hasil positif tersebut kini menjadi modal krusial jelang laga hidup-mati menghadapi Adhyaksa FC yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 mendatang.
Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Jumat (16/1/2026) malam, PSPS Pekanbaru sukses menundukkan Persekat Tegal dengan skor meyakinkan 2-0.
Tiga poin ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan penegasan bahwa skuad Askar Bertuah masih memiliki peluang besar untuk bertahan di kompetisi.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso dinilai berhasil memaksimalkan materi pemain, khususnya para rekrutan anyar yang langsung diberi kepercayaan tampil sejak menit awal.
Salah satu sorotan utama tertuju pada Antonio Gamaroni, atau yang akrab disapa Toninho, yang mencatatkan debut manis dengan mencetak gol kedua PSPS.
Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan dan menjadi perkenalan sempurna Toninho di hadapan publik Rumbai.
Dukungan penuh suporter Askar Theking menjadi energi tambahan bagi pemain asing itu untuk tampil percaya diri.
“Pemain baru langsung kami libatkan karena situasi tim membutuhkan respons cepat. Mereka datang dengan kesiapan dan mental yang baik,” ujar Aji Santoso.
Manajemen PSPS Pekanbaru pun memberikan apresiasi khusus kepada Toninho. Melalui unggahan resmi di media sosial klub, PSPS menegaskan bahwa kehadiran sang pemain membawa dampak positif di fase krusial akhir kompetisi.
Namun, ujian sesungguhnya kini telah menanti. Adhyaksa FC, lawan berikutnya PSPS, merupakan tim papan atas yang tengah membidik tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
Kondisi tersebut dipastikan membuat Adhyaksa tampil tanpa kompromi, meskipun harus bertanding di markas PSPS Pekanbaru.
Aji Santoso menyadari betul tantangan itu. Ia juga tak menutup mata terhadap inkonsistensi performa timnya sepanjang musim.
PSPS sempat tampil impresif saat membungkam Sriwijaya FC 5-2 di Palembang, namun justru tumbang 2-3 dari Sumsel United di stadion yang sama pada laga berikutnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting agar euforia kemenangan atas Persekat tidak kembali berujung antiklimaks.
Kini, konsistensi dan kontribusi pemain rekrutan menjadi kunci. Toninho dan pemain anyar lainnya diharapkan mampu menghadirkan stabilitas permainan serta ketajaman di momen penentuan.