PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan titik panas di Pulau Sumatera.
Hingga Selasa (3/3/2026), total terpantau 102 hotspot yang tersebar di sembilan provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa data tersebut dihimpun berdasarkan pemantauan satelit terkini.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 102 titik,” ujarnya.
Dari keseluruhan data, Sumatera Barat menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 36 titik. Disusul Sumatera Selatan sebanyak 16 titik dan Jambi 14 titik.
Selain itu, di Aceh 1 titik, Sumatera Utara 10 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Bengkulu 3 titik, Sumatera Selatan 16 titik, Bangka Belitung 7 titik dan Riau 12 titik.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat awal Maret merupakan periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera.
Khusus Provinsi Riau, terdeteksi 12 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten. Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak.
Rincian 12 hotspot di Riau tersebar di Kabupaten Bengkalis 1 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 3 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik, Kabupaten Rokan Hilir 5 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
“Sebaran terbanyak di Rokan Hilir,” jelas Ranti.
Kemunculan titik panas tidak selalu mengindikasikan kebakaran, namun menjadi indikator awal potensi karhutla.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan riwayat kebakaran berulang.
Pemantauan intensif dan respons cepat di lapangan dinilai krusial guna mencegah meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.