PEKANBARU – Aktivitas titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 148 titik panas tersebar di beberapa provinsi pada Senin (9/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun, menjelaskan bahwa pemantauan hotspot dilakukan melalui citra satelit yang mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 148 titik yang tersebar di beberapa provinsi,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Aceh dengan 75 titik, disusul Sumatera Utara sebanyak 26 titik.
Sementara itu, Provinsi Riau tercatat memiliki 27 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Rinciannya, Kabupaten Pelalawan 11 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 9 titik, Kabupaten Bengkalis 3 titik, Kabupaten Rokan Hulu 3 titik, Kabupaten Siak 1 titik
Selain itu, provinsi lain yang juga terdeteksi hotspot yakni Kepulauan Riau 15 titik dan Jambi 5 titik.
Dari total hotspot di Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yakni 11 titik.
Angka ini menjadikan Pelalawan sebagai daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di provinsi tersebut pada hari ini.
Sementara Indragiri Hilir berada di posisi kedua dengan 9 titik panas, yang juga menjadi perhatian dalam pemantauan potensi karhutla.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan hotspot melalui sistem satelit untuk mendeteksi lebih dini potensi kebakaran lahan.
“Pemantauan hotspot dilakukan secara berkala menggunakan citra satelit untuk melihat potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera,” pungkasnya.