PEKANBARU — Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-176 rute Jakarta–Pekanbaru dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian depan pesawat (radome) saat akan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (7/3/2026). Meski demikian, pesawat berhasil mendarat dengan aman tanpa menimbulkan korban.
Dalam keterangan resmi Garuda Indonesia bernomor 018/JKTDPGA-SiaranPers/III.2026 dijelaskan bahwa sebelum proses pendaratan, kru pesawat mengindikasikan adanya objek tak dikenal di udara atau unknown airborne object.
Menanggapi situasi tersebut, Pilot in Command (PIC) segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional penerbangan sehingga pesawat dapat mendarat dengan aman dan terkendali di Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat. Penerbangan tersebut membawa 117 penumpang, dua awak kokpit, serta lima awak kabin.
Setelah pesawat mendarat, dilakukan pemeriksaan teknis oleh tim teknisi dan kru pesawat. Hasil inspeksi awal menunjukkan adanya kerusakan pada radome atau bagian hidung pesawat.
Pesawat kemudian menjalani pemeriksaan teknis lanjutan serta perawatan armada. Garuda Indonesia juga terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan terkait untuk memastikan pesawat dinyatakan laik terbang sebelum kembali dioperasikan.
Garuda Indonesia turut menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akibat insiden tersebut. Maskapai menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan.
Sementara itu, General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pesawat dengan rute Jakarta–Pekanbaru itu mendarat di Pekanbaru sekitar pukul 17.15 WIB.
Menurutnya, setelah pesawat mendarat dilakukan inspeksi visual oleh teknisi dan kru pesawat yang menemukan adanya kerusakan pada radome di sisi kiri pesawat.
Penyebab kerusakan tersebut hingga kini masih dalam proses investigasi. Pihak bandara dan maskapai masih melakukan koordinasi untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.
Akibat kerusakan tersebut, penerbangan lanjutan dari Pekanbaru menuju Jakarta dengan nomor penerbangan GA-179 terpaksa dibatalkan.
Para penumpang kemudian dialihkan ke penerbangan lain menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG033 rute Pekanbaru–Halim Perdanakusuma yang diberangkatkan pada pukul 19.12 WIB.