PEKANBARU – Rumah sakit rujukan terbesar di Riau, RSUD Arifin Achmad, mulai menyiapkan strategi baru untuk menekan antrean operasi yang masih tinggi.
Salah satu langkah utama ialah memperpanjang operasional sebagian kamar bedah hingga pukul 24.00 WIB.
Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih menegaskan, antrean panjang selama ini tidak lepas dari keterbatasan ruang operasi serta jam layanan yang masih mengikuti jam kerja reguler.
“Antrean operasi tidak bisa dihindarkan karena memang jumlah kamar yang terbatas dan jam pelayanan kita masih sampai jam kerja. Jadi kalau jam kerja selesai, pemanfaatan kamar operasi belum maksimal,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Saat ini rumah sakit memiliki 14 kamar operasi. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena belum seluruhnya beroperasi hingga malam hari.
“Nantinya dari 14 kamar itu, akan ada 4 kamar operasi yang kita siapkan untuk diperpanjang operasionalnya sampai pukul 12 malam,” jelasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat tindakan medis dan memangkas waktu tunggu pasien yang membutuhkan operasi elektif.
Meski ada penyesuaian layanan bedah, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan tetap beroperasi penuh selama 24 jam tanpa henti untuk pasien dengan kondisi darurat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan respons cepat layanan kesehatan di rumah sakit rujukan provinsi tersebut.
Perpanjangan jam operasi bukan satu-satunya agenda pembenahan. Manajemen RSUD Arifin Achmad juga menyiapkan peningkatan kapasitas fasilitas penunjang, terutama ruang rawat inap dan ICU.
“Kita ingin semuanya sejalan. Kalau kamar operasi ditingkatkan, ruang perawatan juga harus ditambah. PR kita masih di ICU yang kapasitasnya terbatas dan harus segera ditingkatkan,” kata Yusi.
Saat ini, rumah sakit memiliki 497 tempat tidur dan menargetkan peningkatan hingga 600 tempat tidur dalam waktu mendatang.
Penambahan kapasitas ini dinilai penting untuk menampung lonjakan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.