PEKANBARU – Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera kembali terpantau meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan terdapat 64 hotspot yang terdeteksi pada Senin (20/4/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menyampaikan, sebaran hotspot masih didominasi sejumlah provinsi di Sumatera bagian selatan dan tengah.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 64 titik yang tersebar di beberapa provinsi,” ujar Yasir.
Berdasarkan data pemantauan satelit, distribusi hotspot meliputi Sumatera Selatan 18 titik, Jambi 12 titik dan Kepulauan Riau 9 titik.
Kemudian, di Riau 9 titik yang berada di Kabupaten Pelalawan, Aceh 8 titik, Sumatera Barat 3 titik, Sumatera Utara 2 titik, Lampung 2 titik dan Bengkulu 1 titik.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak hari ini.
Di Provinsi Riau, hotspot terpantau terkonsentrasi di Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini membuat wilayah tersebut menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG menilai data hotspot menjadi indikator penting sebagai peringatan dini potensi kebakaran lahan, khususnya memasuki periode cuaca kering di sejumlah wilayah Sumatera.
Peningkatan hotspot pada April menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai seluruh pemangku kepentingan.
Pemantauan intensif diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi memicu kabut asap lintas wilayah.