PEKANBARU - Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan penekanan khusus kepada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis yang pejabatnya baru saja dilantik.
Ketiga OPD tersebut dinilai memiliki peran krusial karena bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan menjadi motor utama pendapatan daerah.
Tiga OPD yang menjadi sorotan Plt Gubernur Riau itu adalah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP).
SF Hariyanto menegaskan, kinerja ketiga OPD tersebut harus benar-benar terlihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperbaiki kualitas pelayanan, serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.
“Bapenda saya minta harus bisa meningkatkan PAD. Ini sangat penting. Kemudian ESDM berkaitan dengan pertambangan rakyat, itu juga jadi perhatian kita. Satu lagi soal perizinan dan investor, ada di DPM PTSP, pelayanannya harus lebih optimal,” kata SF Hariyanto, Minggu (1/2/2026).
Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi apa pun terhadap para pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, satu-satunya tuntutan adalah kinerja nyata, integritas, serta pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Saya tidak minta apa-apa. Saya minta tunjukkan kinerja yang baik, layani masyarakat, tingkatkan pendapatan daerah, jaga integritas dan kejujuran,” ujarnya.
Namun, peringatan keras juga disampaikan. SF Hariyanto menegaskan tidak akan segan melakukan evaluasi, bahkan mengganti pejabat yang dinilai tidak serius menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kalau kerjanya biasa-biasa saja, banyak main-main, otaknya cuma duit-duit saja, enam bulan saya ganti. Kerja lah dengan baik, perbaiki pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Plt Gubernur Riau juga menegaskan bahwa banyak pejabat yang dilantik tidak ia kenal secara pribadi. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi dan rekam jejak, tanpa adanya titipan atau kepentingan tertentu.
“Banyak yang tidak saya kenal. Yang diusulkan adalah yang terbaik dari tim pansel. Tidak ada titipan, tidak ada keluarga, tidak ada tim A atau tim B. Saya bisa tidur nyenyak, tidak dikejar-kejar dosa,” katanya.
Ia menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah dan titipan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, kerja sama tim dan keterbukaan menjadi kunci dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Jabatan ini amanah. Tidak bisa hebat sendirian. Kerja tim itu penting. Kalau tidak tahu, tanyakan kepada pejabat lain yang lebih paham. Jaga tanggung jawab dan amanah,” kata SF Hariyanto.